Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI)

Majulah IGOS, Indonesia, Go Open Source!

Archive for Januari, 2011

Instansi Pemerintah Masih Banyak Pakai Software Bajakan

Posted by sroestam pada Januari 19, 2011

Hibah PC Open Source

Hibah PC Open Source AOSI di Bandung

Jakarta – Kampanye ‘Indonesia Goes Open Source’ yang telah dilontarkan pemerintah sejak tahun 2004 lalu dinilai masih belum mampu menekan tingkat penggunaan software bajakan di instansi pemerintah sendiri.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Betti Alisyahbana, masih banyak lembaga pemerintah yang masih belum bermigrasi ke aplikasi open source dan malah bertahan dengan software bajakan.

Memang sejak 2004 lalu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Riset dan Teknologi telah berupaya mewujudkan penggunaan aplikasi yang legal melalui penerapan open source.

Sayangnya, upaya tersebutsepertinya kurang membuahkan hasil. Sebab, penggunaan software bajakan masih cukup tinggi di lingkungan pemerintah. “Masih tinggi. Tapi berapa banyak, saya tidak ada data pastinya,” kata Betti saat berbincang santai dengandetikINET usai penyerahan bantuan komputer di Lab Komputer Fakultas Teknik Fisika ITB, Jalan Ganesha 10, Bandung.

Meski demikian, Betti masih melihat ada upaya pemerintah untuk berubah, dan terlihat perubahannya sedikit demi sedikit untuk ‘hijrah’. AOSI pun mengapresiasi hal ini dan terus mendorong pemerintah untuk mewujudkan impian ‘Indonesia Go Legal’ dalam penggunaan piranti lunak.

“Walaupun begitu kita terus dorong dan dampingi pemerintah untuk mewujudkan ‘Go Legal’ tersebut,” lanjut mantan Dirut IBM Indonesia ini.

Banyak hal memang yang mempengaruhi masih tinggi saja tingkat penggunaan software bajakan. Salah satunya lantaran adanya pemahaman yang salah di masyarakat.

“Di masyarakat masih ada salah paham tentang bajak membajak. Dianggapnya membajak itu tidak berdosa tapi kalau mencuri itu dosa. Padahal membajak itu juga dosa,” tukas Betti.

Selain itu, masalah biaya juga menjadi sorotan. Meski pada dasarnya open source itu adalah gratis, namun proses tranformasi dari sotfware bajakan yang
biasa dipakai ke open source membutuhkan biaya.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Bandung, Bulgan Alamin dalam satu kesempatan beberapa waktu lalu dengan detikINET.

“Softwarenya sih gratis. Biaya tersebut muncul untuk pelatihan dan maintenance. Sekarang kansudah terbiasa dengan software-software yang berlisensi, terus ganti dengan open source. Ya orang juga harus belajar lagi. Tapi kita dukung program pemerintah untuk penggunaan software legal,” paparnya.

( ash / ash – detikinet.com )

Posted in Software bajakan | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Microsoft ternyata juga menjadi Pengembang Software Open Source

Posted by sroestam pada Januari 13, 2011

Microsof sebagai perusahaan software terbesar di dunia, ternyata sekarang juga ikut menjadi Pengembang Software Open Source, diantaranya adalah software Content Management System (CMS).

Silahkan baca rinciannya terlampir dari zdnet.com

January 13 is the launch of Microsoft’s WebMatrix open-source-friendly Web-development tool bundle. But that’s not the only new open-source Microsoft deliverable that’s hitting today.

Microsoft also is releasing the 1.0 version of its free, open-source “Orchard” content-management system (CMS). Like WebMatrix, Orchard’s goal is to require users to do less coding, making the product appealing for a less techie audience, Microsoft is hoping.

Orchard was the successor to Microsoft’s “Oxite” open-source CMS system. In December last year, Microsoft moved Orchard from its own CodePlex repository to the Outercurve Foundation. Microsoft “donated” Orchard to the Foundation, saying it was making a three-year support commitment. The dedicated project team, comprised of a handful of Microsoft employees, is being assigned full-time to the Foundation for that period.

Orchard is designed to help users create and manage Web sites, with customization possible via the browser-based editing tools built into the product. Orchard is built as an ASP.Net Model View Controller (MVC) 3 application, using the “Razor” view templates and SQL CE 4 for data storage. (Razor and the new compact SQL are both parts of the WebMatrix tool set.)

WebMatrix is a bundle of a lightweight version of Microsoft’s IIS Web Server, known as IIS Express; an updated version of SQL Server Compact Edition; and a new “view-engine option” for ASP.Net, known as “Razor,” which enables developers to embed Visual Basic or C# within HTML.

Microsoft announced the launch of WebMatrix, Orchard, MVC 3, the NuGet (previously known as NuPack) open-source package manager, and other Web-development tools and tidbits at the CodeMash conference in Ohio today. For more technical details about the products, see Corporate Vice President Scott Guthrie’s blog post on the launch.

Posted in Software Open Source buatan Microsoft | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Pemerintah Rusia Tetapkan Penggunaan Linux sebagai Pengganti Microsoft Windows

Posted by sroestam pada Januari 5, 2011

Melalui sebuah Surat Perintah Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Pemerintah Rusia telah menetapkan rencana penggantian Sistem Operasi Microsoft Windows/Software Aplikasi Proprietary ke Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source dengan target penyelesaiannya pada akhir tahun 2014, sehingga pada tahun 2015 semua Institusi dan Lembaga Pemerintah Rusia sudah siap menggunakan Open Source pada awal tahun 2015 dalam kerangka penghematan biaya lisesnsi software.

Dokumen Rencana Transisi setebal 17-halaman ini telah diumumkan oleh Wakil Menteri Komunikasi Rusia Ny. Ilya Massuh pada akhir tahun 2010 yang lalu dan diberitakan oleh CNews pada tanggal 27 Desember 2010.

Dalam rencana ini tiap Institusi/Lembaga Pemerintah akan menetapkan penggantian format dokumen Proprietary ke format Open Document Format  (ODF) pada kuartal-III tahun 2011.

Pelaksanaan penggunaan Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source yang bebas dimulai pada Kuartal-II tahun 2012 dan selesai pada kuartal-IV tahun 2014.

Tren penggantian Sistem Operasi Microsoft Windows/Software Aplikasi Proprietary ke Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source yang bebas telah dilakukan oleh banyak Pemerintahan negara-negara di Dunia.

Pemerintah Inggris dan Jepang telah mentapkan Sistem Operasi Linux sebagai pilihan untuk digunakan oleh Institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintah mereka.

Di Amerika Serikat makin banyak Institusi dan Lembaga Federal AS yang telah menggunakan Sistem Operasi Linux/Software Stack Open Source pada Pusat-pusat Data mereka. Gedung Putih juga telah memakai software Open Source Content Management Drupal pada Website Gedung Putih (White House Website).

Negara Bagian Massachussetts tahun 2007 telah mengganti seluruh format dolument Proprietary termasuk Format Dokumen Microsoft (doc, docx, xls, ppt, pptx) ke Format Dokumen Terbuka (Open Document Format – ODF dan format PDF).

Langkah Perdana Menteri Rusia Putin juga sejalan dengan langkah Presiden AS Barack Obama yang menetapkan penggunaaan Sistem Operasi Linux untuk institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintahan Federal AS.

Presiden Brazil Lula da Silva sebelumnya juga menetapkan penggunaan Sistem Operasi Linux/Software Aplikasi Open Source di Institusi dan Lembaga-lembaga Pemeritah di Brazil sejak tahun 2009.

Pemerintah Indonesia/MenPAN juga telah menginstruksikan kepada seluruh Institusi dan Lembaga-lembaga Pemerintah di Indonesia untuk melakukan transisi ke penggunaan Sistem Operasi Linux/Software-software Aplikasi Open Source yang bebas dalam program Penggunaan Software yang legal agar tidak melanggar UU HaKI tahun 2008, serta dalam kerangka penghematan biaya lisensi Software, paling lambat terlaksana pada tanggal 31 Desember 2011.

Berita lengkapnya dari eWEEK.com dapat dibaca dibawah ini. Semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

The Russian government will transition its computer infrastructure from Microsoft Windows to the Linux open-source operating by 2015, according to an order signed by the Russian Prime Minister Vladimir Putin.

According to a Dec. 27 article in the Russian-language CNews, translated with Google Translate, the shift to Linux is set to begin in the second quarter of 2012. The 17-page order, called a “transition plan of the federal authorities and federal budgetary institutions on the use of free software,” outlines what government agencies have to do between 2011 and 2015 to comply.

The order affects a wide range of agencies and other bodies directly controlled by the federal government. It is up to the individual agency to determine appropriate data formats that are supported by free software by the third quarter of 2011, according to the paper.

The transition order provides a timetable for the “complete transition of the federal government and state employees” to free software, the deputy head of the Ministry of Communications Ilya Massuh told CNews.

Open-source software pilot programs are scheduled to begin in second quarter of 2012, and the general rollout to government and fiscal institutions should be completed by the third quarter of 2014, according to the order.

Open-source software has been gaining a lot of traction with governments around the world for a number of years, such as when agencies in the United Kingdom and Japan decided to include the Linux desktop on their lists of approved software. In the United States, a recent IDC report found that various federal government agencies were increasingly using open-source software stacks in the data center. The White House made waves when it announced that the White House Website was developed using open-source content management system Drupal.

The state of Massachusetts revamped its systems to require that by 2007 all documents use open-formats such as PDF or OpenDocument instead of proprietary ones, such Microsoft Office document formats. The state also increased the use of Linux as well as free and open-source software among state employees.

The Russian order also lays the groundwork for a national repository for open-source applications similar to Apple’s App Store, which must be created by the second quarter of 2012. This is not a repository for Linux distribution, but for applications that can be used on free operating systems, said Massuh. The creator of the repository will be selected “by a government decree” or competitively, according to CNews.

The movement to shift to open-source software in Russia dates back to 2007 when the Ministry of Communications first started developing the concept, and there have been other plans in the education sector, said CNews. However, the Communications Minister, Leonid Reiman, resigned shortly after the initial plan was published, and it has been languishing for the lack of political support.

Putin’s support of the plan is akin to President Obama saying the federal government will shift entirely to Linux.

In 2003, the Ministry of Communications and Computerization announced a partnership with IBM to open a Linux Competency Center to promote the adoption of the open-source operating system in Russia. The Center was intended to “create a Linux ecosystem” with IT solutions based on Linux and open standards, according to a statement by the ministry.

Posted in Penggantian Microsoft Windows dengan LINUX | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »