Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI)

Majulah IGOS, Indonesia, Go Open Source!

Archive for Maret, 2012

Proker 2012-2015 (Pengurus Baru) Hasil MUNAS

Posted by sroestam pada Maret 6, 2012

  1. Melanjutkan Upaya Khusus Perluasan Penggunaan Software Open Source, seperti OpenOffice/LibreOffice, Linux, dan lain-lain di Instansi Pemerintahan, BUMN, BUMD, Universitas, Sekolah-sekolah dengan pendekatan/promosi melalui instansi-instansi pemerintahan pusat dan pemda-pemda di seluruh Indonesia, dan mengupayakan penerbitan SK MENPAN baru tentang kewajiban penggunaan Software Legal dan Open Source.

    • Diupayakan agar Tender Jasa Migrasi OSS itu dilakukan diantara para Anggota AOSI yang terdaftar.
    • Tender tidak boleh menunjuk produk tertentu.
  1. Promosi penggunaan Software Open Source, khususnya software untuk aplikasi bisnis, seperti LibreOffice, ERP, CRM, Work Flow Management, Balanced Scorecard, GIPM, Blender, Cloud Computing, dsb, melalui penyebaran brosur-brosur fitur-fitur software, spesifikasi teknis, serta contoh-contoh aplikasinya yang telah berhasil di lingkungan bisnis. ( kita fokuskan pada software yang di kembangkan oleh anggota AOSI atau yang implementer-nya adalah anggota AOSI)

  1. Mengiklankan Perusahaan Pengembang Open Source, Training Software OSS dan Layanan Migrasi Open Source yang juga Anggota AOSI melalui Website AOSI atau yang lainnya, koran nasional dan lokal, dan majalah-majalah yang populer dan yang banyak pelanggannya.

  1. Mengiklankan keseluruh wilayah Indonesia tentang kesempatan perusahaan-perusahaan untuk menjadi Anggota AOSI, disertai persyaratannya, serta keuntungannyasebagai Anggota AOSI, antara lain, dapat di-ikutsertakan dalam Tender pengadaan Software Open Source dan Layanan Jasa Migrasi Open Source.

  1. Mempublikasikan secara reguler produk-produk Software Open Source yang bermanfaat bagi masyarakat bisnis dan masyarakat umum melalui kolom khusus di Media.

  1. Mempublikasikan secara luasSuccess Story dari perusahaan/institusi pemerintahan yang telah menggunakan Software Open Source di perusahaan/pemerintahan itu, tentang keuntungan-keuntungan yang telah mereka peroleh, dan agar menjadi contoh bagi pemerintahan/perusahaan lain di Indonesia, misalnya dalam bentuk e-flyer dan kolom di Media.

  2. Memaksimalkan IOSA untuk membuat event besar FOSS pengganti GCOS

  3. Mendukung penggunaan Standar ODF yang telah menjadi standar nasional SNI ISO/IEC 26300:2011 di lingkungan pemerintahan dan penyedia layanan publik antara lain dengan cara:

    1. diseminasi dan komunikasi tentang ODF kelembaga pemerintah/BUMN

    2. menawarkan training mengenai ODF

    3. konversi format existing menjadi ODF

  4. Advokasi/pembentukan komunitas FOSS di daerah dan Jakarta, sekolah yang bisa jadi member. Champion untuk masing-masing kota adalah anggota AOSI.

  5. Inventarisasi kemampuan masing-masing anggota dan calon anggota dalam penyediaan Produk dan Jasa Open Source.

  6. Memperluas keanggotaan AOSI selain Keanggotaan Perusahaan/Organisasi, juga Keanggotaan Pribadi/Individu.

  7. Memperluas penyediaan dukungan (Support/Helpdesk) instalasi dan pemeliharaan perangkat lunak Open Source ke wilayah-wilayah kabupaten dan kecamatan di seluruh Indonesia, melalui Koordinasi oleh AOSI Pusat dan Daerah, termasuk mendukung PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan) yang dikoordinasi oleh BP3TI (Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika) KemenKominfo.

  8. Kerja sama dengan pihak lain non pemerintah, misalnya perusahaan, NGO, UN, dll.

  9. Mengiklankan AOSI sebagai koordinator atau pusat komunikasi (pemasaran) untuk penyediaan produk/jasa open source.

  10. Akreditasi anggota (perusahaan) atau minimal AOSI memberikan rekomendasi setiap anggota sesuai dengan produk/kompetensinya. Misalnya AOSI melakukan assessment untuk kemampuan/pengalaman anggota.

  11. Sertifikasi profesi (perorangan, anggota maupun bukan anggota). AOSI dapat bekerja sama dengan BNSP dan Kominfo.

  12. Sertifikasi perusahaan/instansi (anggota maupun bukan anggota) bahwa telah menggunakan software legal open source. AOSI menggandeng Kominfo dan/atau KemenPAN&RB (untuk pemerintah).

  13. Terkait 14, AOSI merekomendasikan semua anggota secara netral untuk suatu produk/jasa.

  14. Di website AOSI, semua anggota diberikan ruang (space) untuk profile atau informasi produk yang dapat diedit oleh anggota.

  15. Membentuk SIG (Special Interest Group) seperti Multimedia (Blender, Gimp, dan lain-lain), Enterprise Application (ERP, dll.), Networking (Backtrack, dll), untuk menguatkan hubungan antar anggota dan sekaligus memperbesar keanggotaan AOSI. Ada struktur dalam organisasi untuk fokus dalam kegiatan ini, termasuk sub program sesuai dengan contoh pengelompokkan di atas.

  16. Ada pertemuan rutin yang khusus membangun/mengembangkan para startup atau topik-topik tertentu.

  17. Terkait 20 dan 21, membuat kelompok kerja (pokja) yang anggotanya berdasar minat. Pertemuan bisa informal (misal di cafe). Contoh pokja:
    – Aplikasi Enterprise (Compiere, dll.)
    – Pendidikan
    – Multimedia
    – Cloud (Pak Harry siap menjadi koordinator).
    – Startup (pengembangan technopreneurship)
    – UKM (sebagai target pasar)
    Kalender kegiatan pokja dipasang di website.

  18. Pencitraan Open Source tetap harus ditingkatkan, misalnya memperbanyak berita success story.

  19. AOSI menjadi anggota FTII dan organisasi ke atas lainnya.

  20. Bekerja sama dengan pihak lain atau mencari data (hasil survey) pengguna OSS di Indonesia sehingga dapat mengukur keberhasilan kenaikan pengguna OSS dalam bentuk persen. Misal data pengguna distro bekerja sama dengan vendor distro (contoh: untuk Android bekerja sama dengan Google). Ukuran keberhasilan internal yang terukur lainnya adalah jumlah anggota, kompetensi anggota (misal jumlah anggota yang tersertifikasi), dan sebagainya.

Iklan

Posted in PROKER AOSI 2012-2015 | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

LAPORAN REALISASI PROGRAM KERJA AOSI 2011

Posted by sroestam pada Maret 6, 2012

1. Upaya Khusus Perluasan Penggunaan Software Open Sourcre, OpenOffice/LibreOffice di Instansi Pemerintahan, BUMN, BUMD, Universitas, Sekolah-sekolah dengan pendekatan/promosi melalui Departemen-departemen Pemerintahan Pusat dan Pemda-pemda diseluruh Indonesia dengan Referensi SK MENPAN tentang kewajiban penggunaan Software Legal dan Open Source sebelum 31 Desember 2011. (Rusmanto)

Diupayakan agar Tender Jasa Migrasi OSS itu dilakukan diantara para Anggota AOSI yang terdaftar.

Tender tidak boleh menunjuk produk tertentu.

2. Promosi penggunaan Software Open Source, khususnya software untuk aplikasi bisnis, seperti LibreOffice, ERP, CRM, Work Flow Management, Balanced Scorecard, GIPM, Blender, dsb, melalui penyebaran brosur-brosur fitur-fitur software, spesifikasi teknis, serta contoh-contoh aplikasinya yang telah berhasil di lingkungan bisnis. ( kita fokuskan pada sw yang di kembangkan oleh anggota AOSI atau yang implementer nya adalah anggota AOSI) – Wijaya

3. Mengiklankan Perusahaan Pengembang Open Source, Training Software OSS dan Layanan Migrasi Open Source yang juga Anggota AOSI melalui Website AOSI atau yang lainnya, koran nasional dan lokal, dan majalah-majalah yang populer dan yang banyak pelanggannya. – Wijaya

4. Mengiklankan keseluruh wilayah Indonesia tentang kesempatan perusahaan-perusahaan untuk menjadi Anggota AOSI, disertai persyaratannya, serta keuntungannya sebagai Anggota AOSI, antara lain, dapat di-ikutsertakan dalam Tender pengadaan Software Open Source dan Layanan Jasa Migrasi Open Source. (Sumitro)

Realisasi program: Baru dilaksanakan sosialisasi kepada anggota AOSI yang terdaftar melalui web AOSI dan Milis AOSI. Namun demikian pada tender pengadaan komputer dan software di Kementrian KOMINFO, yaitu pada Tender peralatan untuk layanan USO, PLIK dan MPLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan), telah dinyatakan dalam dokumen tender bahwa Software OSS/FOSS minimal sebanyak 40%). Kenyataannya, pengadaan software OSS/FOSS mencapai hampir 100% pada proyek-proyek ini.

5. Mempublikasikan secara reguler produk-produk Software Open Source yang bermanfaat bagi masyarakat bisnis dan masyarakat umum melalui kolom khusus di Media. – Prihantoosa

6. Mempublikasikan secara luas tentang Success Story dari perusahaan/institusi pemerintahan yang telah menggunakan Software Open Source diseluruh jajaran Perusahaan itu, tentang keuntungan-keuntangan yang telah mereka peroleh, dan agar menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain di Indonesia. – Prihantoosa (bisa dalam bentuk e-flyer, kolom di Media)

7. Memaksimalkan IOSA untuk membuat event besar FOSS pengganti GCOS

(Penanggung-jawab: Taufik Hasan + Sumitro)

Realisasi program: Acara Indonesian Open Source Source Award (IOSA) sudah terlaksana pada akhir 2011, disertai dengan Pameran produk-produk software paca calon pemenang di JCC. Untuk pengganti event GCOS belum terlasana tahun 2011. Disarankan agar dapat dilaksanakan tahun 2012 melalui usulan anggaran di Kementrian RISTEK.

8. Mendukung penggunaan Standar ODF di dlingkungan pemerintahan antara lain dengan (Penanggung-jawab:Taufik Hasan):

a) diseminasi dan komunikasi tentang ODF kelembaga pemerintah/BUMN. Realisasi: AOSI berpartisipasi dalam pertemuan penyusunan SNI untuk ODF.

b) menawarkan training mengenai ODF

c) konversi format existing menjadi ODF

9. Advokasi/pembentukan komunitas FOSS di daerah dan Jakarta, sekolah yang bisa jadi member. Champion untuk masing-masing kota adalah anggota AOSI (Penanggung-jawab:Rusmanto)

10. Inventarisasi kemampuan masing-masing anggota dan calon anggota dalam penyediaan Produk dan Jasa Open Source.(Penanggung-jawab: Wijaya )

11. Upaya penambahan Anggota AOSI

Realisasi program: sampai dengan akhir 2011 telah terdaftar 41 Perusahaan/organisasi.

Posted in Realisasi PROKER AOSI 2011 | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »